Selasa, 12 Maret 2013

MODIFIKASI BEBEK 2013

Tren Modifikasi Bebek 2013, Dari Simpel Hingga Konsep Ekstrem

Bermain dengan pacuan bergenre bebek, memang tidak sedahsyat layaknya memodifikasi skubek. Gaung bebek, seakan tertutup seiring melonjaknya penjualan skubek yang terus mengalahkan dominasi bebek. Maka itu, mungkin juga para produsen variasi pun lebih tergiur dengan variasi skubek ketimbang bebek.

Kondisi ini, seakan mempersempit para pemilik bebek yang ingin memodifikasi pacuannya. “Jika dilihat, memang seperti itu. Variasi untuk matic lebih banyak diminati. Mungkin karena kecenderungan pemakainya yang ingin tampil lebih bagus dengan part bolt on,” ujar Jessy ‘Coq’ Siswanto selaku pemilik brand Kawahara Racing.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau bebek juga kerap bermain layaknya modifikasi bergaya Thai looks di 2013 ini. Sebab menurut Mamo dari Mamo Style, sekarang ini sudah mulai berjangkit virus dari Negeri Gajah Putih itu yang diaplikasi di bebek harian.

“Pemakaian atau part variasinya memang belum tersebar banyak di gerai variasi. Tetapi, tetap saja bisa ditemukan,” ujar modifikator yang tinggal di kawasan Tj. Priok, Jakarta Utara itu. Kalau pelek, mungkin lebih umum. Artinya, bisa mengaplikasi pelek ring 17 inci yang juga kerap diaplikasi di skubek. Tetapi, kalau bicara tentang sok depan bergaya upside down looks, agak masih sulit dicari.

“Untuk motor-motor tertentu, bisa saja aplikasi milik skubek. Tetapi, perlu beberapa ubahan yang dilakukan. Misalnya, untuk dudukan kaliper rem,” tambah Mamo yang memang spesialis modifikasi thai looks.
Dari sisi aliran city cub, juga masih akan menghiasi dunia modif bebek Tanah Air. Tetapi, virus yang akan berkembang juga makin mengarah ke gaya klasik. Artinya, jika selama ini city cub memiliki bodi belakang simpel, maka ke depannya justru akan dihiasi detail menarik.

“Fashion-nya ditambah lagi dengan yang sudah-sudah. Misalnya, pemakaian ban 18 inci. Selain tampil beda, harga ban untuk pelek 18 inci untuk tema city cub juga sedikit lebih murah. Sedikit hemat juga,” kata Anang Setiawan alias Awan dari rumah modifikasi Ayah Awan di Depok, Jawa Barat.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan kalau bodi belakang dibikin bergaya cafĂ© racer, lho! Ya, ada buntut tawon-nya! “Bisa juga city cub ini ditambahkan kesan bobber. Atau, lengan ayun yang ditambahkan panjangnya agar terkesan low rider,” timpal Pandu dari Orion Custom asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Jika ingin bermain extreme, tentunya bisa mengubah pacuan bebek menjadi sport. Meski tidak banyak, tetapi ada saja sobat yang menerapkan gaya modif ini. “Kembali bermain dengan fiberglass. Konsepnya layaknya mini moto, tetapi model full fairing,” bilang Rizky dari Faforit Modification di Ciamis, Jawa Barat. Mungkin, bro Rizky terinspirasi dari mulai bermunculannya konsep motor mini di Thailand ya. Seperti Kawasaki KSR dan Honda MSX.

Permainan extreme juga coba ditawarkan N-Joy 76 Extreme Custom Jogja lewat ubahan bebek menjadi sport. “Sekedar ingin membuktikan saja kalau bebek juga bisa dibuat full fairing ala moge. Kedepannya, bisa juga bergaya street fighter,” bilang Ahmad Rifai selaku modifikator.

Tetapi selain semua yang disebut di atas, virus modif bebek sporty lewat gaya racing looks juga tetap akan digandrungi. Selain ketersedian part yang cukup banyak di pasaran, juga karena simpel. Misal, pemakaian pelek dan ban lebar di Yamaha Jupiter MX 135. Lalu, lengan ayun pisang macam moge demi mendukung konsep MotoGP.

0 komentar:

Poskan Komentar

sehidupsematic. . . © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute